Skip to main content

Pengantar



Luka. Luka secara fisik,  memiliki pengertian adalah sebuah kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi akibat trauma benda tumpul, beda tajam, suhu, zat kimia, ledakan, gigitan hewan, konsleting listrik dan berbagai penyebab lain. Berysukurlah saat kita masih bisa mengandalkan berbagai jenis obat kimiawi dan perlengkapan penyembuh untuk bisa menghilangkan rasa sakit luka tersebut.    

Tapi bagaimana  dengan luka yang berhubungan dengan sesuatu yang sangat ‘halus’. Dalam hal ini yang dimaksudkan pada perasaan manusia? Pada hati manusia? Apakah penggunaan antiseptik dapat menghilangkan bakteri yang merusak perasaan? Perban dapat membalut tetesan darah tak kasat mata? Jawabannya : tidak.

Justru karena keterbatasan emosional setiap diri manusia yang diciptakan oleh Allah swt. untuk menyingkapi luka yang halus tersebut, maka terciptalah berbagai fenomena. Anda hari ini bisa saja melihat seseorang sedang depresi karena tekanan teman teman sekantor, atau bisa jadi Anda melihat seseorang yang murung karena buruknya hubungan dengan keluarganya, atau mungkin di samping Anda terdapat seseorang yang sedang gugup dan bingung mempersiapkan perpisahan dengan kekasihnya.

Melupakan luka bukanlah sebuah jalan singkat atau tutorial untuk bisa menyembuhkan luka Anda, tulisan ini hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan Anda saja mengenai kehidupan. Dan kami harapkan Anda bisa lebih bijaksana dalam menyingkapi pelbagai masalah luka yang menimpa.

Ingatlah dengan luka hati yang mendalam tidak menjadikan Anda buruk, justru Anda lebih terlihat manusiawi, Anda tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan orang lain untuk bersandar, dan membuat orang – orang di sekeliling menggunakan bagian amygdala nya untuk menghibur bahkan melindungi Anda. Inilah kehidupan. Inilah interaksi kasih sayang manusia yang tak kasat mata.

Jadi, selamat membaca dan cobalah membuka cakrawala Anda.

Parepare, 11 Maret 2018

Comments

Popular posts from this blog

Keraguan yang Disembunyikan

Keraguan dapat merubah seseorang. Dan juga berakibat fatal jika terjadi di saat yang tidak tepat. Setiap atlet olahraga menjadikan RAGU sebagai kata tabu untuk mereka. Menurut Anda, apa akibat yang terjadi di saat atlet lempar lembing mengalami keraguan pada saat melempar sedangkan dia hanya mempunyai 2x kesempatan untuk memperbaiki lemparan yang pertama? Seorang anak jenius yang akan mengikuti lomba olympiade matematika pun saat mengalami keraguan dalam menjawab akan terlambat sepersekian detik dari lawannya. Calon mempelai pria tidak akan dapat melanjutkan ke jenjang pernikahan di kala dia mengalami keraguan di hatinya. Seorang wanita yang di dalam hati kecilnya ada keraguan bahwa pasangannya sudah mencintai wanita lain menutupinya dengan keyakinan bahwa dia tidak mungkin berpaling, tapi apa akibatnya? Inilah akar masalahnya, darimana keraguan tersebut berasal? Padahal, betapa dahsyatnya hasil dari keragu – keraguan tersebut. Keraguan kecil akan menjalar...